“Hari ini aku belum mendapatkan kepastian. Tapi aku juga belum mendapatkan penolakan.”
Mungkin itulah kalimat yang paling menggambarkan perasaanku hari ini.
Sering kali, ketidakpastian terasa lebih berat daripada jawaban itu sendiri. Karena ketika jawabannya jelas, setidaknya kita tahu ke mana harus melangkah. Namun, ketika semuanya masih menggantung, pikiran mulai sibuk mencari makna di balik setiap jeda, setiap pesan yang belum datang, dan setiap harapan yang belum menemukan bentuknya.
Padahal kenyataannya tidak selalu serumit itu.
Hari ini tidak ada kepastian yang datang. Tidak ada jawaban yang akhirnya menyelesaikan semua pertanyaan. Tidak ada kejelasan yang membuat hati langsung tenang.
Namun, jika aku jujur pada diri sendiri, tidak ada penolakan juga.
Tidak ada pintu yang ditutup.
Tidak ada kata perpisahan.
Tidak ada akhir yang harus diterima.
Yang ada hanyalah sebuah cerita yang masih berjalan.
Mungkin aku terlalu sering menganggap ketidakpastian sebagai pertanda buruk. Padahal terkadang ketidakpastian hanyalah ruang yang sedang dipakai waktu untuk bekerja.
Ruang untuk mengenal.
Ruang untuk memahami.
Ruang untuk melihat apakah dua jalan yang berbeda memang sedang bergerak menuju arah yang sama atau tidak.
Dan mungkin, untuk saat ini, itu sudah cukup.
Aku tidak harus mengetahui semua jawabannya malam ini.
Aku tidak harus memaksakan kesimpulan sebelum waktunya.
Aku hanya perlu menerima bahwa hari ini cerita itu masih berlanjut.
Belum pasti.
Namun, juga belum berakhir.
Dan mungkin, di antara kepastian dan penolakan, ada pelajaran tentang sabar yang sedang Allah ajarkan kepadaku.

Leave a Reply