Aku pernah berada di titik di mana hati ini lelah menunggu tanpa kepastian. Melihat banyak orang menemukan bahagiannya, sementara aku masih bertanya-tanya… kapan giliranku tiba?
Namun, jauh di dalam hati, aku selalu percaya bahwa Allah tidak pernah salah dalam menulis takdir. Bahwa setiap doa yang kupanjatkan, setiap harapan yang kusembunyikan dalam sujud panjang, semuanya sedang menuju waktu terbaiknya.
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna. Aku hanya berharap, suatu hari nanti Allah mengirimkan seorang lelaki yang sholeh… yang datang bukan hanya untuk mencintaiku, tapi juga menuntunku. Menuntunku menuju kebaikan, menuju jalan yang diridhai-Nya, menuju keberkahan yang tidak hanya terasa di dunia, tapi juga hingga akhirat.
Seperti dalam lirik itu… “akhirnya engkau menjadi milikku.”
Aku membayangkan, betapa indahnya jika suatu hari aku bisa merasakan hal itu. Bukan sekadar memiliki, tapi saling memiliki dalam ridha Allah. Saling menguatkan, saling menjaga, dan berjalan beriringan dalam suka maupun duka.
Aku ingin cinta yang sederhana… tapi dalam.
Yang tidak hanya tentang kata-kata manis, tapi tentang kesetiaan dalam doa. Tentang seseorang yang tetap menggenggam, bahkan ketika keadaan tidak mudah.
Dan ketika saat itu tiba… aku ingin menjadi rumah baginya, sebagaimana aku juga menemukan rumah dalam dirinya. Tempat pulang setelah lelahnya dunia, tempat di mana hati ini merasa tenang tanpa harus berpura-pura kuat.
Jika hari itu belum datang, aku akan tetap percaya.
Bahwa Allah sedang menyiapkan cerita terbaik.
Bahwa seseorang di luar sana juga sedang berdoa… untuk dipertemukan denganku.
Ya Allah, aku titip satu harapan ini pada-Mu…
Jika dia memang yang terbaik untukku, dekatkanlah dengan cara-Mu yang indah.
Jika belum waktunya, kuatkanlah hatiku untuk tetap bersabar.
Dan jika suatu hari kami dipertemukan… jadikanlah kami pasangan yang saling mencintai karena-Mu, saling menuntun menuju surga-Mu.
Akhirnya… aku ingin percaya,
bahwa yang selama ini kuimpikan… akan benar-benar menjadi nyata.


Leave a Reply